Selasa, 17 Januari 2017

Sosial Mapping Kabupaten Bekasi



PengenalanDaerahBekasi

                Bekasi adalah wilayah yang berbatasan langsung dengan daerah Jakarta sang primadona Indonesia, yang dalam istilah adalah daerah urban. Salah satu prestasi yang telah dicapai Kota Bekasi di tahun 2009 adalah Piagam Adipura. Kota Bekasi yang disebut sebagai daerah penyeimbang ibukota Jakarta, saat ini telah banyak melakukan pembenahan. Pertumbuhan masyarakat yang berkembang pesat menjadi ukuran yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam tingkat kota/kabupaten, dimana perkembangan Kota Bekasi saat ini telah mengikuti irama perkembangan DKI Jakarta. Secara geografis letak Kabupaten Bekasi berada pada posisi 60 10’ 53” – 60 30’ 6” LS dan 1060 48’ 28” -1070 27’ 29” Bujur Timur. Topografinya terbagi atas dua bagian yaitu, daratan rendah yang meliputi sebagian wilayah bagian utara dan daratan bergelombang di wilayah bagian selatan. Ketinggian lokasi antara 6-115 meter dan kemiringan 0-250. 

Jenis Industri unggulan yang ada di Kabupaten Bekasi:

1. Jenis elektronika lokasi kawasan industri

2. Jenis tekstil/ pakaian jadi lokasi kawasan industi

3. Jenis komponen kendaraan lokasi kawasan industri

4. Jenis boneka lokasi kawasan industri

5. Jenis kamasan lokasi Kecamatan Setu

6. Jenis bordir lokasi Kecamatan Tambun Selatan

7. Jenis tas kulit ular lokasi Kecamatan Cabangbungin

Sarana ibadah yang ada di Kabupaten Bekasi :

1. Masjid berjumlah 1.027

2. Mushola berjumlah 212

3. Langgar/ Surau berjumlah 2.599

4. Gereja berjumlah 10

5. Pura berjumlah 1

6. Vihara berjumlah 4

Jumlah 3.782

Sarana pendidikan yang ada di Kabupaten Bekasi :

1. Taman kanak-kanak berjumlah 241

2. Sekolah Dasar Negeri berjumlah 700

3. Sekolah Dasar Swasta berjumlah 65

4. Madrasah Ibtidaiyah berjumlah 156

5. SLTP Negeri berjumlah 54

6. SLTP Swasta berjumlah 124

7. Madrasah Tsanawiyah berjumlah 114

8. SLTA Negeri berjumlah 20

9. SLTA Swasta berjumlah 60

10. Madrasah Aliyah berjumlah 34

11. SLB berjumlah 2

Ekonomi dan Mata Pencaharian

Penggusuran lahan-lahan produktif telah menyebabkan banyak hilangnya potensi ekonomi masyarakat tradisional yang selama ini hidup dari pertanian yang memiliki kemampuan bukan dari bangku sekolah, melainkan dari ilmu turun temurun, perubahan paradigma yang terjadi tentu saja membuat sock mereka yang tidak memiliki kemampuan lain selain bertani, dampak yang terjadi adalah ada beberapa generasi yang kemudian termandulkan karena orang tuanya tidak lagi memiliki lahan penghasilan, sehingga tidak mampu menyekolahkan anak-anaknya, akibat dari itu maka yang terjadi kemudian adalah tercipatanya kesenjangan sosial, karena untuk bisa bersaing dikalangan industri mereka harus memiliki persyaratan formil, sehingga akibat dari terjadinya kesenjangan sosial ini maka kemudian munculnya tingkat kriminalitas akibat kalah persaingan.
Tapi menurut hasil penelusuran saya rata rata mata pencaharian di bekasi khusus nya di daerah saya adalah Buruh pabrik dan wiraswasta.

Kesenian Daerah Bekasi

Sulit menetapkan kesenian Kola Bekasi. Pasalnya, warga Kota Bekasi saat percampuran antara budaya Betawi, Jakarta dan budaya Sunda, Jawa Barat. Pasalnya, kebanyakan warga Kota Bekasi berasal dari Jakarta. Sedangkan, daerah itu sendiri masuk Jawa Barat yang masuk teritorial tanah Sunda.Tapi, nyatanya kesenian Kota Bekasi lebih dekat dengan kesenian khas Jakarta. Pasalnya, Budaya Betawi warga Kota Bekasi masih sangat dekat dengan budaya Betawi.

Sejak Kerajaan Pasundan, 2 Jawara Adu Kemahiran Silat, Kota Bekasi rajin menginventarisir kesenian asli daerahnya. Setelah kesenian Topeng, kini satu lagi kesenian khas Kota Patriot itu akan dipopulerkan. Yakni kesenian Ujungan.Kesenian Ujungan yaitu kesenian dengan memukul betis dan tulang kering, dengan memanfaatkan lull aren, seorang pemain Ujungan langsung meloncat-loncat dengan bergaya lucu. Ditambah lagi dengan laga kocak pemain Ujangan ini membuat penonton terpingka-pingkal. Agar tidak terkena penonton, maka disiapkan sendiri arenanya. Sejak tumbuh di jamannya, permainan Ujungan ini sangat digemari warga Kota Bekasi. Karena, mereka sangat terhibur apabila ada pagelaran kesenian ini digelarMeski ditenggelamkan jaman, namun permainan tradisional Kota Bekasi ini mendapatkan perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk dijadikan kesenian khas Kota Bekasi. Bahkan, kesenian ini juga pernah dipertontonkan saat digelarnya pertunjukan kesenian antar daerah di Jawa Barat beberapa waktu lalu, (bersambung) sama dengan DKI Jakarta.

Ratusan tahun lalu, menurut para tokoh Bekasi yang kini masih hidup, permainan Ujungan dijadikan sebagai buhan canda. Salah satu tokoh seni Kota Bekasi, H.M Husin Ka-mali mengatakan Ujungan telah bermetamorfosa. Awalnya, Ujungan adalah permainan olahraga ketangkasan. Namun, dalam perjalanannya temyata difungsikan sebagai alat penghibur bagi masyarakat. Kesenian selanjutnya yaitu berupa tari topeng Bekasi yang mana DKI Jakarta telah mengklaim tari Topeng Bekasi menjadi Tari Topeng Betawi.

Segi Bahasa

Bahasa Bekasi benar-benar khas dan tidak ada yang menyamainya. Bahkan  bahasa yang lazim digunakan kebanyakan orang di Bekasi sangatlah unik. Bila diperhatikan, orang asli atau yang sudah lama tinggal di Bekasi akan berbicara dengan bahasa Sunda, atau terkadang hanya logatnya. Dengan membawa keaslian Sunda tersebut, Bekasi yang notabene adalah kota urban, terkena imbas budaya betawi yang begitu mudah masuk dan mempengaruhi nilai-nilai sosial, termasuk bahasa.

Seringkali orang Bekasi dapat dikenali ke-sunda-annya dari logat dan nada yang digunakan. Namun diksi dan kata-kata yang dipilih lebih mengarah ke bahasa Betawi. Sehingga dapat disimpulkan bahasa Bekasi adalah mixing antara Betawi dan Sunda yang membuat bahasanya lebih menarik dan asik untuk didengarkan.Semua itu dapat dianggap sebagai sebuah nilai sosial yang bernilai tinggi, karena Bekasi telah memadukan bahasa Sunda yang klasik dan bahasa Betawi yang ekspresif menjadi bahasa Bekasi yang asik dan menyenangkan.

Segi Peralatan Hidup dan Teknologi

Kemajuan teknologi pun kini tersosialisasi dengan baik dan bahkan telah berjalan. Diantara kemajuan teknologi yang telah berjalan di Kota Bekasi adalah mengolah sampah menjadi sumber energi listrik dan mengubah sampah menjadi Bio Oil yang tentunya melibatkan tenaga-tenaga yang handal dan profesional baik lokal maupun hasil kerja sama luar negeri.

Pertumbuhan masyarakat dan perkembangannya saat ini yang diiringi dengan tersedianya beragam fasilitas, sarana dan prasarana pendukung membuat perkembangan infrastruktur di Kota Bekasi patut diperhitungkan. Percepatan tersebut dilakukan melalui perbaikan-perbaikan sarana dan prasarana jalan mencakup seluruh jaringan jalan yang ada, meski perlahan namun arahnya jelas. Selain itu, secara umum, kebersihan baik lingkungan maupun aliran air (sungai) telah menampakkan hasil yang positif. Sehingga, melihat upaya yang telah dilakukan jajaran Pemkot Bekasi melalui walikota dan wakilnya, sudah saatnya Kota Bekasi mendapat Adipura.

Referensi:
https://humaskabbekasi.wordpress.com/profil-kabupaten-bekasi/
https://www.bekasikab.go.id/
https://airlanggadwigustian.wordpress.com/15-2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar