A.
Individu
Individu berasal dari kata yunani yaitu “individium” yang
artinya “tidak terbagi”. Dalam ilmu sosial paham individu, menyangkut tabiat
dengan kehidupan dan jiwa yang majemuk, memegang peranan dalam pergaulan hidup
manusia. Individu merupakan kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia
perseorangan bukan sebagai manusia keseluruhan. Maka dapat disimpulkan bahwa
individu adalah manusia yang memiliki peranan khas atau spesifik dalam
kepribadiannya. Dan terdapat tiga aspek dalam individu yaitu aspek organik
jasmaniah, aspek psikis rohaniah, dan aspek sosial.
B.
Sistem politik
Pengertian
Sistem Politik adalah interaksi antara pemerintah dan
masyarakat dalam proses pembuatan dan pengambilan kebijakan yang mengikat
tentang kebaikan bersama antara masyarakat yang berada dalam suatu wilayah
tertentu. Sedangkan pada pengertian sistem dan politik, sistem adalah
keseluruhan yang kompleks dan terorganisasi dan politik adalah interaksi antara
masyarakat dengan pemerintah dalam dalam pembuatan keputusan dan kebijakan
tentang kebaikan bersama dalam suatu wilayah tertentu.
Istilah-Istilah dalam Konsep Sistem
Politik
- Proses Sistem Politik : Proses adalah pola-pola tingkah laku (sosial dan politik) yang dibuat oleh manusia yang bertujuan mengatur hubungan antara satu sama lain. Dalam suatu negara, lembaga-lembaga seperti parlemen, partai, birokrasi, sekalipun sudah ada yang memiliki kehidupan sendiri yang sebenarnya merupakan proses dari pola-pola ulangannya yang sudah mantap dan mencerminkan struktur.
- Struktur Sistem politik : Struktur adalah mencakup pada lembaga-lembaga formal dan juga informal, misalnya parlemen, kepala negara, jaringan komunikasi, kelompok kepentingan, dan sebagainya.
- Fungsi Sistem Politik : Fungsi adalah membuat keputusan-keputusan, policy (kebijakan) dengan mengikat mengenai alokasi dari nilai-nilai yang sifatnya material yang mengarahkan pada tercapainya tujuan-tujuan masyarakat.
Sistem Politik menghasilkan output,
berupa keputusan atau kebijakan yang mengikat. Sistem politik memiliki 4
variabel yang sangat berperan dalam memberikan pengaruh pada sistem politik. Variabel
sistem politik adalah sebagai berikut...
a. Kekuasaan, sebagai cara
dalam mencapai keinginannya seperti membagi sumber-sumber di antara setiap
kelompok dalam masyarakat.
b. Kepentingan, yaitu
tujuan-tujuan yang dikejar oleh pelaku-pelaku atau kelompok dalam politik
c. Kebijakan, adalah hasil
dari interaksi antara kekuasaan dan kepentingan, yang biasanya dalam bentuk
perundang-undangan.
d. Budaya politik, adalah
orientasi dari subjektif individu dalam sistem politik.
C.
Tindakan politik atau Perilaku politik
Perilaku politik (Inggris:Politic
Behaviour)adalah perilaku yang dilakukan oleh insan/individu atau kelompok guna
memenuhi hak dan kewajibannya sebagai insan politik.Seorang individu/kelompok
diwajibkan oleh negara untuk melakukan hak dan kewajibannya guna melakukan
perilaku politik adapun yang dimaksud dengan perilaku politik
contohnya adalah:
• Melakukan pemilihan untuk memilih
wakil rakyat / pemimpin
• Mengikuti dan berhak menjadi insan
politik yang mengikuti suatu partai politik atau parpol , mengikuti ormas atau organisasi masyarakat
atau lsm lembaga swadaya masyarakat
• Ikut serta dalam pesta politik
• Ikut mengkritik atau menurunkan
para pelaku politik yang berotoritas
• Berhak untuk menjadi pimpinan
politik
• Berkewajiban untuk melakukan hak
dan kewajibannya sebagai insan politik guna melakukan perilaku politik yang
telah disusun secara baik oleh undang-undang dasar dan perundangan hukum yang
berlaku
REFERENSI