Ilmu
budaya dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari dasar dasar dan pengertian
tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan.
Istilah IBD dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic
Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris The Humanities.
Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus yang
bisa diartikan manusiawi, berbudaya dan halus (refined). Dengan mempelajari The
Humanities diandaikan seseorang akan bisa mcnjadi lebih manusiawi, lebih
berbudaya dan lebih halus.
PENGERTIAN
MANUSIA
Dalam ilmu eksakta, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel
atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia (ilmu
kimia), manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling
terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu fisika),
manusia merupakan makhluk biologisyang tergolong dalam golongan makhluk mamalia
(biologi). Dalam ilmu-ilmu sosial manusia merupakanmakhluk yang ingin
memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering
disebut homo economicus (ilmu ekonomi), manusia merupakan makhluk sosial yang
tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), makhluk yang selalu ingin mempunyai
kekuasaan (politik) makhluk yang berbudaya, sering disebut homo-humanus (filsafat),
dan lain sebagainya.
HAKEKAT
MANUSIA
* Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri
dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
* Makhluk ciptaan Tuhan yang
paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya. Terdiri dari dua
hal,yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan rohani adalah
perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia,misalnya:
1. Perasaan intelektual,
2. Perasaan estetis,
3. Perasaan etis,
4. Perasaan diri,
5. Perasaan sosial,
6. Perasaan religius.
* Makhluk biokultural, yaitu makhluk
hayati yang budayawi.
* Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat
dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan
bekerja dan berkarya.
KEBUDAYAAN
BANGSA TIMUR
Orang Timur mempunyai manner yang
khas yang membedakannya dengan bangsa lain. Bangsa Timur sangat terkenal
dengan hospitality atau keramahtamahannya
terhadap orang lain bahkan orang asing sekalipun. Bagaimana mereka saling
memberikan salam, tersenyum atau berbasa basi menawarkan makanan atau minuman.
Bangsa Timur juga sangat menjunjung tinggi nilai-nilai atau norma-norma yang
tumbuh di lingkungan masyarakat mereka. Contohnya, saja nilai kesopanan. Hal
yang paling dominan dari kebudayaan Timur adalah adat istiadat yang masih
dipegang teguh.
Ø Kepribadian Bangsa Timur
* Bangsa timur identik dengan Benua
Asia.
* Penduduknya sebagian besar
berambut hitam dan berkulit sawo matang, dan sebagian pula berkulit putih dan
bermata sipit.
* Bangsa timur adalah bangsa yang
dikenal sangat baik dan ramah, mempunyai sifat toleransi yang tinggi dan saling
tolong menolong.
* Bangsa timur dalam berpakaian pun
tergolong sopan. mereka pun sangat melestarikan budaya masing-masing dan
mempunyai adat istiadat yang di junjung tinggi.
Ø Ciri Khas Bangsa Timur
* Bangsa Timur sangat terkenal dengan
hospitality atau keramahtamahannya terhadap orang lain bahkan orang asing
sekalipun.
Bagaimana mereka saling memberikan
salam, tersenyum atau berbasa basi menawarkan makanan atau minuman.
* Bangsa Timur juga sangat
menjunjung tinggi nilai-nilai atau norma-norma yang tumbuh di lingkungan
masyarakat mereka.
Adat istiadat yang masih dipegang
teguh.
Konsep gotong royong dan kebersamaan
menjadi hal yang paling utama.
PENGERTIAN
KEBUDAYAAN
Budaya atau kebudayaan berasal dari
bahasa sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi
(budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal
manusia. Dalam bahasa inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari
kata latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai
mengolah tanah atau bertani.
Unsur-unsur
Kebudayaan
Mengenai unsur kebudayaan, dalam
bukunya pengantar Ilmu Antropologi, Koenjtaraningrat, mengambil sari dari
berbagai kerangka yang disusun para sarjana Antropologi, mengemukakan bahwa ada
tujuh unsur kebudayaan yang dapat ditemukan pada semua bangsa di dunia yang
kemudian disebut unsur-unsur kebudayaan universal, antaralain :
Bahasa
Sistem Pengetahuan
Organisasi Sosial
Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
Sistem Mata Pencaharian
Sistem Religi
Kesenian
WUJUD
KEBUDAYAAN
J. J Honigmann (dalam
Koenjtaraningrat, 2000) membedakan adanya tiga ‘gejala kebudayaan , yaitu :(1)
ideas
(2) activities
(3) artifact
1. Wujud Ide(ideas)
Wujud tersebut menunjukann wujud ide
dari kebudayaan, sifatnya abstrak, tak dapat diraba, dipegang ataupun difoto,
dan tempatnya ada di alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan yang bersangkutan
itu hidup.
Budaya ideal mempunyai fungsi
mengatur, mengendalikan, dan memberi arah kepada tindakan, kelakuan dan
perbuatan manusia dalam masyarakat sebagai sopan santun. Kebudayaan ideal ini
bisa juga disebut adat istiadat.
2. Wujud perilaku(activities)
Wujud tersebut dinamakan sistem
sosial, karena menyangkut tindakan dan kelakuan berpola dari manusia itu
sendiri. Wujud ini bisa diobservasi, difoto dan didokumentasikan karena dalam
sistem ssosial ini terdapat aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi dan
berhubungan serta bergaul satu dengan lainnya dalam masyarakat. Bersifat
konkret dalam wujud perilaku dan bahasa.
3. Wujud Artefak(artifact)
Wujud ini disebut juga kebudayaan
fisik, dimana seluruhnya merupakan hasil fisik. Sifatnya paling konkret dan
bisa diraba, dilihat dan didokumentasikan. Contohnya : candi, bangunan, baju,
kain komputer dll.
ORIENTASI
NILAI BUDAYA
Terdapat banyak nilai kehidupan yang ditanamkan oleh setiap budaya yang ada di
dunia. Nilai kebudayaan pasti berbeda-beda pada dasarnya tetapi kesekian banyak
kebudayaan di dunia ini memiliki orientasi-orientasi yang hampir sejalan
terhadap yang lainnya. Jika dilihat dari lima masalah dasar dalam hidup
manusia, orientasi-orientasi nilai budaya hampir serupa.
Lima Masalah Dasar Dalam Hidup yang
Menentukan Orientasi Nilai Budaya Manusia ( kerangka Kluckhohn ) :
1. Hakekat Hidup
Hidup itu buruk
Hidup itu baik
Hidup bisa buruk dan baik, tetapi
manusia tetap harus bisa berikthtiar agar hidup bisa menjadi baik.
Hidup adalah pasrah kepada nasib
yang telah ditentukan.
2. Hakekat Karya
Karya itu untuk menafkahi hidup
Karya itu untuk kehormatan.
3. Persepsi Manusia Tentang Waktu
Berorientasi hanya kepada masa kini.
Apa yang dilakukannya hanya untuk hari ini dan esok. Tetapi orientasi ini bagus
karena seseorang yang berorientasi kepada masa kini pasti akan bekerja
semaksimal mungkin untuk hari-harinya.
Orientasi masa lalu. Masa lalu
memang bagus untuk diorientasikan untuk menjadi sebuah evolusi diri mengenai apa
yang sepatutnya dilakukan dan yang tidak dilakukan.
Orientasi masa depan. Manusia yang
futuristik pasti lebih maju dibandingkan dengan lainnya, pikirannya terbentang
jauh kedepan dan mempunyai pemikiran nyang lebih matang mengenai
langkah-langkah yang harus di lakukann nya.
4. Pandangan Terhadap Alam
Manusia tunduk kepada alam yang dashyat.
Manusia berusaha menjaga keselarasan
dengan alam.
Manusia berusaha menguasai alam.
5. Hubungan Manusia Dengan Manusia
Orientasi kolateral (horizontal),
rasa ketergantungan kepada sesamanya, barjiwa gotong royong.
Orientasi vertikal, rasa
ketergantungan kepada tokoh-tokoh yang mempunyai otoriter untuk memerintah dan
memimpin.
Individualisme, menilai tinggi uaha
atas kekuatan sendiri.
PERUBAHAN
KEBUDAYAAN
Pengertian perubahan kebudayaan
adalah suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidak
sesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai
keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan.
Semua terjadi karena adanya salah
satu atau beberapa unsur budaya yang tidak berfungsi lagi, sehingga menimbulkan
gangguan keseimbangan didalam masyarakat. Perubahan dalam kebudayaan mencakup
semua bagian yaitu : kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi dan filsafat bahkan
perubahan dalam bentuk juga aturan-aturan organisasi social. Perubahan
kebudayaan akan berjalan terus-menerus tergantung dari dinamika masyarakatnya.
faktor-faktor yang menyebabkan
terjadinya perubahan kebudayaan :
1. Faktor Internal
- Perubahan Demografis
- Konflik Sosial
- Bencana Alam
- Perubahan Lingkungan Alam
2. Faktor Eksternal
- Perdagangan
- Penyebaran Agama
- Peperangan
KAITAN
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yang sangat erat dan berkaitan satu
sama lain. Manusia dan kebudayaan, memang dua hal yang tidak bias dipisahkan,
karena kehidupan manusia sangat terikat sekali dengan kebudayaan. Setiap
manusia di muka bumi ini memiliki kebudayaannya masing-masing, oleh karena
itulah sebuah kebudayaan memiliki keunikan atau ciri khasnya tersendiri. Dapat
disimpulkan bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena
kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri. Apa yang tercakup
dalam satu kebudayaan tidak akan jauh menyimpang dari kemauan manusia yang
membuatnya.
REFERENSI:
http://ilmubudayadasarardhi.blogspot.co.id/2012/10/manusia-dan-kebudayaan.html
https://ayundasilviadewi.wordpress.com/2015/06/02/kebudayaan-barat-dan-kebudayaan-timur/
https://irwanzulkifli.wordpress.com/2013/11/19/orientasi-nilai-budaya/
https://abdulaziz96.wordpress.com/2015/03/23/wujud-wujud-kebudayaan/
http://historikultur.blogspot.co.id/2015/10/perubahan-kebudayaan-dan-bentuknya.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar